Hadis dari Ummu ‘Atiyyah

Hadis dari Ummu ‘Atiyyah

Dari Umu ‘Atiyah, ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk keluar pada Hari Fitri dan Adha, baik gadis yang menginjak akil balig, wanitawanita yang sedang haid, maupun wanita-wanita pingitan. Wanita yang sedang haid tetap meninggalkan shalat, namun mereka dapat menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslim. Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah saw., salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab?’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya kepadanya.’” (H.R. Muslim)

Kandungan Hadis

Kandungan hadis di atas adalah perintah Allah Swt. kepada para wanita untuk menghadiri prosesi shalat ‘idul Fitri dan ‘idul Adha, walaupun dia sedang haid, sedang dipingit, atau tidak memiliki jilbab. Bagi yang sedang haid, maka cukup mendengarkan khutbah tanpa perlu melakukan shalat berjama’ah seperti yang lain. Wanita yang tidak punya jilbab pun bisa meminjamnya dari wanita lain.

Hal ini menunjukkan pentingnya dakwah/khutbah kedua shalat ‘idain. Kandungan hadis yang kedua, yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berisi tentang kemurkaan Allah Swt. terhadap orang yang menjulurkan pakaiannya dengan maksud menyombongkan diri.

  1. Batasan Aurat Pria dan Wanita

Ada berbagai aturan dan ketentuan dalam berpakaian yang syar’i. Ada beberapa merupakan hal yang disepelekan, namun ternyata hal tersebut penting.

1)      Bagi Laki Laki :

Ø  Menggunakan pakaian menutupi tubuh, terutama bagian pusar hingga lutut

Ø  Berpakaian tidak ketat

Ø  Tidak menggunakan perhiasan, justru dianjurkan menggunakan parfum. karena perhiasan laki laki adalah perhiasan yang non wujud

Ø  Pakaian tidak mencolok

Ø  Sebaiknya berpakaian yang bersih, enak dilihat dan tidak menimbulkan kecurigaan, serta berpenampilan sopan dan sewajarnya seperti lelaki

2)      Bagi Perempuan

Ø  Menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, kecuali muka &telapak tangan, bukan tangan.

Ø  Menutupi dada dengan memanjangkan jilbab ke dada. Meski dada telah ditutupi oleh pakaian, namun tetap harus ditutup lagi oleh jilbab. Dan juga menutupi pundak dengan memanjangkannya

Ø  Tidak berpakaian ketat, tidak transparan, apalagi seronok, maka dari itu wanita diharuskan menggunakan rok hingga lebih dari mata kaki. Dan bila transparan, gunakan 2 lapis kain penutup.

Ø  Untuk wanita sebaiknya tidak menggunakan parfum, justru disarankan menggunakan perhiasan berupa warna dan pakaian (namun tidak berlebihan). Dikarenakan parfum dapat menimbulkan syahwat bagi laki laki yang menciumnya. Namun diperbolehkan menggunakannya jika untuk menghilangkan bau badan. Karena bau badan pun bisa menimbulkan syahwat bagi lawan jenis yang menciumnya

Ø  Berpakaian sewajarnya, enak dilihat, dan tidak menimbulkan kecurigaan

Ø  Untuk berjilbab, ikatan rambut tidak boleh menonjol dan terlihat pada jilbab. Hal ini dikarenakan sama saja seperti menunjukan bentuk dan jumlah dari rambut tersebut

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/