Perkembangan ilmu-ilmu keislaman

Perkembangan ilmu-ilmu keislaman (Ulum al-islamiyah)

      Ilmu-ilmu keislaman yang tumbuh dan berkembang pada masa itu,antar lain sebagai berikut.

1)      Ilmu qiraat; yaitu ilmu cara membaca  Al-Qu’an.Orang yang pandai membaca Al-Qur’an disebut Qurra.Pada masa ini pula lahir ilmu qira’at sab’ah (tujuh macam bacaan Al-Qur’an) yang kemudian di tetapkan menjadi dasar bacaan (Usulul Lil Qira’ah).pelopor bacaan ini  terdiri atas kaum Malawy, antara lain Abdullah bin Kasir,Asim bin Abu Nujud,Abdullah bin Amir,Ali bin Hamzah,dan lain-lain.

2)      Ilmu tafsir; ilmu yang berusaha memberikan  penafsiranterhadap ayat-ayat Al-Qur’an dengan tujuan untuk menghasilkan  hokum dan undang-undang.Ahli tafsir yang pertama dikenal pada mas ini ialah Ibnu Abbas,seorang sahabat terkenal yang eafat pada tahun 68 H.Menurut riwayat yang mutawati,beliau adalah orang yang pertama menafsirkan Al-Qur’an dengan cara riwayat dan isnad.Ahli tafsir lainnya  adalah Mujahib yang wafat pada tahun 109H dan seorang ulama Syi’ah bernama Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Husain,cucu Sayyaidina Ali bin Abi Talib.

3)      Ilmu hadis; untuk membantu di dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an.karena terdapat banyak hadis maka timbulah usaha untuk mencari riwayat dan sanad hadis yang akhirnya mejadi ilmu hadis dengan segala cabang-cabangnya.

Para ahli hadis yang terkenal pada masa ini antara lain:

  1. a)Abu Bakar bin Muhammad bin Ubaidillah bin Zihad Az-Zuhri (w.123 H).

Ibnu Abi Malikiah,yaitu Abdullah bin Abi Malikiah (w.119 H)

Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz,barulah hadis dibukukan secara sistematis. Usaha itu dirintis oleh Ibnu Zihab Az-Zuhri yang kemudian disusul oleh sejumlah ulama lain.

4)      Ilmu nahwu; yaitu ilmu tentang perubahan bunyi pada kata-kata yang terdapat di dalam Al-Qur’an.Pengarang ilmu nahwu yang pertama dan  membukukan berbagai teorinya sehingga terkenal sampai saat ini ialah Abu Aswad Ad-Dualy (w.69 H). Beliau belajar dari Ali bin Abi Talib sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Talib adalah Bapak  Ilmu Nahwu.

5)      Ilmu jugrafi; tentang ilmu jugrafi, sekalipun bukan berasal dari bangsa Arab,namun kaum muslimin menggap ilmu ini mempunyai peran sangat penting bagi kelangsungan ajaran Islam .Oleh sebab itu,mereka menggap ilmu ini perlu dikaji dan dipelajari oleh umat islam,dengan tiga alas an,yaitu :

  1. a)Dalam rukun islam terdapat perintah menunaikan ibadah haji.Untuk menunaikan rukun islam yang kelima itu (haji), kaum muslimin di seluruh penjuru dunia harus mengetahui ilmu bumi dan ilmu geografi.
  2. b)Kewajiban menuntut ilmu  bagi kaum muslimin mengharuskan mereka melakukan Rihlah Ilmiyah (perjalanan mencari ilmu ke berbagai Negara dan benua) untuk menuntut Ilmu ,hal mana mengharuskan kaum muslimin mengetahui ilmu bumi atau geografi.
  3. c)Keharusan berdakwah dan berjihad untuk mengembangkan Islam,juga mengharuskan kaum muslimin menetahui ilmu bumi.

perkembangan ilmu-ilmu kealaman (ulum at-tabi’iyah)

            Ilmu-ilmu pengetahuan yang tergolong pada ilmu-ilmu kealaman banyak disalin dari bahasa asing ke dalam bahasa arab dan disempurnakan untuk kepentingan keilmuan umat islam. Ilmu-lmu itu juga mengalami perkmbangan yang bagus, meskipun tak sebagus pekembangan ilmu keislaman. Ilmu-ilmu alam yang tumbuh dan berkembang pada masa bani umayyah anatara lain :

1) Ilmu kimia

            Khalifah yazid bin mua’wiyah membuat program gerakan penerjemeh buku-buku asing ke dalam bahasa arab. Khlifah mendatangkan beberapa orang romawi yang bermukin di mesir, di antranya maryanis seorang pendeta yag mengajarkan ilmu kimia. Penerjemah ke dalam buku arab dilakukan oleh isthafun

2) Ilmu astronomi

            Ilmu anstromi mengalami perkembanagan cukup pesat pada masa itu. Mungkin karena ilmu ini sangat diperlukan untuk kepetingan berperang dalam rangka perluasan wilayah dakwah islam. Pangliama perang pada masa dinasti umayyah yang menggemari ilmu bintang  adalah khlid bin walid.beliau sangangat menggemari ilmu ini sehingga dikeluarjan sejumlah uang untuk mempeljari dan mebeli alat-alatnya. Kegemarannnya terhadap anstronom, membuatnya slal dekatdengan para ahli ilmu bintang setiap kali hendak terjun ke medan perang.

3) Ilmu ke dokteran

            Penduduk dimaskus pada waktu itu telah cukup mapu dalam mmbaca baca dan tulis, bahakan tak sedikit yang menguasi bahasa asing. Mereka telah banyak menyalin dan menerjemahakan bahasa arab seperti ilmu-ilmu ke dokteran. Salah satu karyanya adalah karangan Qis Ahrum dalam bahasa suryani yang disalin ke bahasa arab oleh Masjuwaihi. Dengan  sendirinya, ilmu ke dokteran dapat berkembang dengan baik pada masa itu.

 

Baca juga: