Obyek akad (modal, kerja, keuntuan dan kerugian)

Obyek akad (modal, kerja, keuntuan dan kerugian)

  1. Modal
  2. Modal yang diberikan harus berupa uang tunai, emas, perak, atau yang nilainya sama, seaperti barang-barang properti dan sebagainya. Jika modal bearbentuk aset, harus terlebih dahulu dinilai dengan tunai disepakati oleh para pitra.
  3. Para pihak tidsk boleh meminjamkan, menyumbangkan, menghadiahkan modal musyarakah kepada pihaklain, kecuali atas dasar kesepakatan.
  4. Pada prinsipnya dalam pembiayan musyarakah tidak ada jaminan, namun untuk menghindari terjadinya penyimpangan suatu LKS dapat meminta jaminan.
  5. kerja
  6. Pertisipasi para mitra dalam pekerjaan merupakan dasar pelaksanan musyarakah, akan tetapi kesamaan porsi kerja merupakan syarat seorang mitra boleh melaksanakan kerja lebih banyak dari yang lainnya, dan dalam hal ini ia boleh menuntut bagian keuntungan tambahan bagi dirinya.
  7. Setiap mitra melaksanakan kerja dalam musyarakah atas nama pribadi dan wakil dari mitranya, kedudukan masing-masing dalam organisasi kerja harus dijelaskan dalam kontrak.
  8. Keuntungan
  9. Keuntungan harus dikuantifikasi dengan jelas untuk menghindari perbedaan dan sengketa pada waktu alokasi keuntungan atau ketika penghentian musyarakah.
  10. Setiap keuntungan mitra harus dibgian secara preporsional atas dassar seluruh keuntungan dan tidak ada jumlah yang ditentukan diawal yang di tetapkan bagi seorang mitra.
  11. Seorang mitra boleh mengusulkan bahwa jika keuntungan melebihi jumlah tertentu, kelebihan atau prosentase itu diberikan kepadanya.
  12. Sistem pembagian keuntungan harus tertuang dengan jelas dalam akad
  13. Kerugian harus di bagi para mitra secara proporsional menurut saham masing-masing dalam modal.
  14. Biaya operasional. Biaya operasioanal dari musyarakah ditanggung secara bersama sesuai dengan kesepakatan.
  15. Jenis Musyarakah
  16. a)Syirkah al-‘Inan
  17. b)Syirkah Mufawadhah
  18. c)Syirkah A’maal
  19. d)Syirkah Wujuh
  20. Manfaat Musyarakah
  21. a)Bank akan menikmati penigkatan dalam jumlah tertentu pada saat keuntungan usaha nasabah meningkat
  22. b)Bank tidak berkewajiban membayar dalam jumlah tertentu kepada nasabah pendanaan.
  23. c)Pengembalian pokok pembiayaan disesuaikan dengan cashflow usaha nasabah.
  24. d)Bank akan lebih selektif dan berhati-hati (prudent).
  25. e)Prinsip bagi hasil ini berbeda dengan prinsip bungan yang ada di bank konvensional.
  26. Risiko Musyarakah
  27. a)Side streaming
  28. b)Lalai dan kesalahan yang disengaja
  29. c)Penyembunyian keuntungan oleh nasabah

Sumber :

https://callcenters.id/