Mudharabah

Table of Contents

 Mudharabah

Mudharabah sebagian akad yang dilakukan antra pemilik modal dengan pengolola dimana keuntungan disepakati di awal untuk di bagi bersama dan kerugian ditanggung oleh pemilik modal juga diterapkan oleh bank syariah kedalam produk penyaluran dana berupa pembiayaan mudharobah.

Mudharabah sendiri dibedakan menjadi dua macam yaitu mudharobah muthlaqah dan mudharabah muqayyah. Mudharabah muthlaqah dalam perbankan syariah pada umumnya diterapkan disisi penghimpunan dana, sedangkan dalam kegiatan penyalurandana kepada masyarakat bank akan cenderung memilih akad mudharabah muqoyadah untuk memudahkan momitoring dari bank terhadap usaha nasabah.

  1. a)Landasan Syariah dan Landasan Hukum

…وَءَاخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللهِ…

“…dan dari orang-oranng yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah SWT…” (al-Muzammil: 20)

Dari Shalih bin Shubaid r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiga hal yang didalamnya terdapat keberkatan: jual beli secara tangguh, muqaradhlah (muudharabah), dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah, bukan untuk dijual.” (HR. Ibnu Majah no. 2280, kitab at-Tijarah)

Landasan hukum positif terdapat dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yakni pada ketentuan Pasal 1 ayat (13) yang mendefinisikan mengenai prinsip syariah dimana mudharabah secara eksplisit merupakan salah satu akad yang dipakai dalam produk pembiayaan perbankan syariah.

Mengenai pembiayaan mudharabah ini diatur dalam pasal 36  huruf b poin kedua PBI No. 6/24/PBI/2004 tentang Bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah,yang intinya menyatakan bahwa bank wajib melaksanakan prinsip syariah dan prinsip kehati-hatian dalam melakukan kegiatan usahanya yang meliputi penyaluran dana melalui prinsip bagi hasil berdasrkan akad mudharabah.

Di samping itu perlu dikemukakan hal-hal yang menjadi rukun dan sy

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/