Hambatan Perdagangan Internasional

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Menurut Mondy (2008) keselamatan kerja yaitu perlindungan pada karyawan terhadap cedera atau luka karena kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan. Sedangkan Menurut Suma’mur (1981: 2), keselamatan kerja yaitu usaha demi menciptakan keadaan saat bekerja yang aman dan nyaman untuk karyawan di  perusahaan yang tersebut.

Dari pendapat kedua ahli tersebut bisa disimpulkan oleh penulis bahwa kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal yang terpenting dalam melindungi pekerja saat bekerja di lapangan maupun di kantor. Dan diharuskan untuk memperhatikan tempat bekerja apakah tempat tersebut aman dan nyaman untuk para pekerja bekerja di tempat itu.

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menurut Suma’mur (1992), tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah:

  1. Melindungi pekerja atas kedaulatan dan keselamatannya pada saat melakukan pekerjaannya untuk menyejahterakan hidup serta meningkatkan kinerja.
  2. Menjamin keselamatan pekerja yang berada di lingkungan tempat bekerja.
  3. Sumber produksi yang diperlihara dan digunakan secara aman dan efisien.

Dapat disimpulkan dari pendapat ahli di atas bahwa tujuan keselamatan dan kesehatan kerja yakni untuk menjaga dan menjamin keselamatan pekerja baik di lapangan maupun di dalam kantor.

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Dalam kenyataannya, persoalan keselamatan kerja menjadi pokok pembicaraan saat bekerja. Banyak pihak yang belum menyadari betapa pentingnya masalah ini, karena banyak pegawai yang mengalami kecelakaan saat bekerja. Sehingga perlunya kesadaran yang tinggi agar kecelakaan dapat dihindari ataupun diminimalkan resikonya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah konstruksi bangunan, aspek yang satu ini patut diuji kelayakan gedung supaya memberikan rasa percaya dan aman bagi para pekerja sehingga teroptimalkan kinerja pekerja.

Penyebab Terjadinya Kecelakaan

Menurut Heidjrachman dalam Fahrizi (2012: 70) mengatakan terjadinya kecelakaan kerja disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  1. Sebab Teknis

Hal ini mengenai masalah ketidaklayakan infrastruktur atau peralatan yang digunakan.

  1. Sebab Manusia

Umumnya manusia dapat bersikap ceroboh, tidak teliti, dan hati-hati.

Sedangkan menurut Berunet N. B Silalahi dalam Fahrizi (2012: 70) yaitu:

  1. Fatal, kecelakaan kerja yang terjadi hingga menyebabkan kematian
  2. Berat, apabila cacat diakibatkan terjadinya kecelakaan kerja.
  3. Ringan, terjadinya kecelakaan kerja luka ringan yang bisa diobati sendiri

Fahrizi (2012: 72) mengatakan bahwa perusahaan atau proyek yang memperhatikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja (K3) akan mendapatkan keuntungan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kinerja yang dapat dipertahankan mengenai kesehatan fisik serta kesejahteraan pekerja.
  2. Memelihara serta meningkatkan efisiensi kerja agar tidak terjadi kecelakaan, pekerja yang membolos, dan mesin-mesin yang tidak berfungsi (rusak).
  3. Memelihara kontinuitas usaha agar mencegah timbulnya penyakit dan kecelakaan yang menyebabkan kerugian serta tidak adanya investigasi.
  4. Menjaga dan meningkatkan efisiensi kerja agar tidak terjadi pemogokan atau pemutusan kerja.
  5. Menurunkan biaya pengobatan karena sebelum terjadinya kecelakaan, perusahaan telah memastikan bahwa segalanya aman dan nyaman ketika membangun sebuah gedung yang akan menjadi tempat kerja untuk para pekerja.

Pencegahan Agar Meminimalkan Terjadinya Risiko Kecelakaan

Untuk mencegah atau mengendalikan terjadinya risiko kecelakaan dapat dilakukan pemeriksaan yang rutin, agar dapat ditemukan kerusakan-kerusakan yang kecil maupun yang besar dan dapat dipikirkan solusi untuk masalah tersebut. Berikut adalah cara pengendaliannya:

  1. Pemeriksaan Awal

Pemeriksaan yang dilakukan pada awal didirikannya sebuah gedung ataupun proyek termasuk uji kelayakan gedung atau tempat bekerja.

  1. Pemeriksaan Berkala

Pemeriksaan gedung ataupun kesehatan secara rutin dan berkala. Risiko kerja yang besar maka makin kecil jarak waktu antar pemeriksaan berkalanya.

  1. Pemeriksaan Khusus

Pengendalian yang satu ini adalah pemeriksaan yang tidak terjadwal.Keadaan ini menunjukkan ada suatu hal yang memerlukan tindakan langsung atas permasalahan yang terjadi agar dilakukan pencegahan sebelum hal tersebut terjadi.