Riset arkeologi Maluku dipaparkan di konferensi internasional

Riset arkeologi Maluku dipaparkan di konferensi internasional

Riset arkeologi Maluku dipaparkan di konferensi internasional

Hasil-hasil riset terkait arkeologi di Maluku dipaparkan di konferensi internasional Kongres ke-21 Asosiasi Prasejarah Asia Pasifik (Indo-Pacific Prehistory Association – IPPA) di Hue, Vietnam pada 23-28 September 2018.

Ahli kepurbakalaan dari Balai Arkeologi Maluku Marlon Ririmasse saat dikonfirmasi di Ambon

, Kamis, membenarkan bahwa lembaganya menjadi salah satu peserta dalam konferensi internasional prasejarah Asia Pasifik yang juga dihadiri oleh hampir seribu ilmuwan, peneliti dan akademisi dari 40 negara di dunia.

“Dulu Maluku mendunia karena rempah-rempah, sekarang sudah waktunya Maluku mendunia karena ilmu pengetahuan,” katanya.

Kongres IPPA merupakan pertemuan ilmiah arkeologi terbesar di kawasan Asia Pasifik

yang berlangsung setiap empat tahun sekali.

Pertemuan ilmiah IPPA ke-21 ini terselenggara atas kerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial Vietnam dan dukungan penuh pemerintah setempat.

Sedikitnya ada 42 sesi ilmiah dengan topik berbeda, mulai dari arkeologi prasejarah hingga pengelolaan pusaka dan sumberdaya budaya di Asia Pasifik yang ditampilkan oleh partisipan dari 40 negara.

Delegasi Indonesia diwakili oleh 50 peserta yang merupakan peneliti dari Pusat

Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) dan Balai Arkeologi dari seluruh Indonesia, serta para akademisi dan guru besar arkeologi dari beberapa universitas terkemuka tanah air.

Mereka tampil membacakan naskah ilmiah pada 10 sesi ilmiah yang berbeda.

 

sumber :

http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/05/18/seva-mobil-bekas/