PUTUSNYA PERKAWINAN DAN AKIBAT-AKIBATNYA

PUTUSNYA PERKAWINAN DAN AKIBAT-AKIBATNYA

PUTUSNYA PERKAWINAN DAN AKIBAT-AKIBATNYA

  1. Putusnya Perkawinan

               Putus Perkawinan adalah ikatan antara seorang pria dengan seorang wanita sudah putus. Putus ikatan berarti salah seorang diantara keduanya meninggal dunia, antara pria dengan wanita sudah bercerai, dan salah satu antara keduanya pergi ketempat yang jauh kemudian tidak ada beritanya sehingga pengadilan menganggap bahwa yang bersangkutan sudah meninggal. Berdasarkan semua itu berarti ikatan perkawinan suami-istri dapat putus atau bercerai.

               Persoalan putusnya perkawinan diatur dalam pasal 38 UU Republik Indonesia No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, yang disebutkan bahwa:

Perkawinan dapat putus karena

  1. Kematian

b.Perceraian

  1. Keputusan pengadilan

               Selain itu kompilasi Hukum Islam (KHI) menjelaskan beberapa istilah yang berkaitan dengan perceraian:

1) Thalaq

          Secara harfiah thalaq berarti lepas dan bebas. Sedangkan secara terminologi ialah menghilangkan ikatan pernikahan atau mengurangi pelepasan ikatan dengan menggunakan kata-kata tertentu.

Thalaq terbagi dua macam yaitu:

(a) Thalaq Raj’I adalah thalaq kesatu atau kedua, dimana suami berhak rujuk selama istri                     dalam masa iddah.

(b) Thalaq Ba’in adalah Thalaq yang tidak boleh dirujuk tetapi boleh akad nikah baru                          dengan bekas suaminya meskipun dalam masa iddah.

2) Khuluk

       Khuluk merupakan penyeraha harta yang dilakukan oleh istri untuk menebus dirinya dari ikatan suaminya.

3) Li’an

       Li’an menyebabkan putusnya perkawinan antara suami-istri selama-lamanya karena suami menuduh istri berbuat zina atau mengingkari anak dalam kandungan atau anak yang sudah lahir dari istrinya sedang istrinya menolak tuduhan atau pengingkaran tersebut.

2. AKIBAT PUTUSNYA PERKAWINAN

     Akibat yang muncul ketika putus ikatan perkawinan antara seorang suami dengan istri dapat dilihat dari beberapa garis hokum, baik yang tercantum dalam UU perkawinan maupun yang tertulis dalam KHI. Putusnya ikatan perkawinan dapat dikelompokkan menjadi 5 yaitu Akibat thalaq, Akibat perceraian (gugat cerai), Akibat khulu’,  Akibat li’an dan Akibat ditinggal suami.


Sumber: https://fgth.uk/guardians-of-the-galaxy-apk/