Menyempurnakan ikhtiar untuk sembuh

Menyempurnakan ikhtiar untuk sembuh

Menyempurnakan ikhtiar untuk sembuh
Menyempurnakan ikhtiar untuk sembuh

Ada kalanya orang yang sakit terkadang tidak disiplin memakan obat. Ada orang yang harus ke dokter ini-itu tetapi terus mengeluh karena uangnya habis untuk berobat. Padahal tanpa disadarinya biaya itu pun pada dasarnya dari Allah. Ada juga yang bertahun-tahun terus mengeluh karena penyakit yang ia derita tidak sembuh-sembuh, padahal telah berobat ke sana-kemari.

Untuk menyikapinya, cobalah pakai “teori jeruk”. Gambarannya kurang lebih seperti ini, ada seorang ibu yang membeli jeruk sebanyak satu kilo. Ketika ia mencoba mencicipinya ternyata jeruk itu masam semua. Kemudian ia protes pada penjualnya dengan mengatakan, “Kok jeruknyaasem semua?” Si penjual balik bertanya, “Ibu beli berapa kilo?” Ibu itu menjawab, “Tiga kilo saya beli!” Penjualnya lantas balik menjawab, “Ibu beli tiga kilo, saya tiga karung! asem semua.”

Untuk itu bersabarlah, karena sakit juga akan menggugurkan dosa-dosa kita. Dalam sebuah hadis Bukhari diriwayatkan bahwa suatu ketika Abdullah bin Mas’ud r.a. menghampiri Rasulullah yang tengah sakit. Saat itu ia meraba tangan rasul sambil berkata, “Ya Rasulullah, penyakit Anda sangat berat.” Rasulullah memberikan jawaban, “Benar, penyakit saya ini sama dengan penyakit dua orang di antara kamu.” Abdullah menjawab lagi, “Itulah sebabnya Anda mendapat pahala dua kali lipat.” Segera Rasul membalas, “Benar!” Dan dilanjutkan dengan sabdanya lagi, “Setiap orang Islam yang mendapat bencana penyakit dan lain-lain, maka Tuhan menggugurkan (mengampuni) kesalahan-kesalahannya, sebagaimana pohon kayu menggugurkan daunnya.”

Tidak ada yang salah dengan sakit. Yang salah adalah sikap kita terhadapnya. Kalau kita rida, Wa man radhiya falahu ridha, barang siapa rida pada ketentuan Allah, Dia pun akan rida kepadanya.

Sumber : https://bingkis.co.id/driving-school-classics-apk/