Formoterol: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Formoterol: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Formoterol adalah obat berasal dari golongan agonis adrenoseptor beta-2 selektif. Obat ini digunakan untuk mengendalikan ada masalah bernapas disebabkan suasana paru tertentu seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Ketahui selengkapnya jadi berasal dari fungsi, dosis, dampak samping, petunjuk penggunaan, dan Info lainnya tentang obat ini!

Rangkuman Informasi Obat Formoterol
Nama Obat Formoterol
Kelas obat Agonis Adrenoseptor Beta-2 Selektif
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengendalikan tanda-tanda penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak di atas 5 tahun
Kontraindikasi Hipersensitif
Sediaan Obat Inhalasi
Formoterol Obat Apa?
Formoterol adalah obat agonis adrenoseptor beta-2 selektif yang merupakan bronkodilator atau obat yang digunakan untuk melegakan saluran pernapasan.

Obat ini digunakan untuk menangani tanda-tanda penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) seperti emfisema dan bronkitis. Cara kerja obat ini adalah bersama dengan membantu otot-otot kira-kira saluran udara di paru-paru agar senantiasa rileks dan mencegahnya menegang.

Fungsi Obat Formoterol
Secara lazim manfaat obat ini adalah menangani dan menghambat tanda-tanda asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) seperti:

Mengi
Sesak napas
Peringatan dan Perhatian Formoterol
Obat ini juga ke didalam kategori obat keras yang penggunaannya wajib lewat resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang wajib menjadi peringatan dan perhatian sepanjang pemanfaatan obat ini:

Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif pada formoterol dan persentase lainnya didalam obat ini.
Obat tidak untuk digunakan pada anak usia di bawah 5 th. karena belum diketahui keamanannya.
Obat ini masuk kategori C menurut FDA (Food and Drug Administration), bermakna obat ini hanya boleh digunakan andaikata manfaatnya lebih besar berasal dari dampak samping yang mungkin ditimbulkan pada ibu hamil.
Penggunaan pada ibu menyusui belum diketahui dampak sampingnya. Sebaiknya diskusikan bersama dengan dokter sebelum akan gunakan obat ini andaikata Anda sedang didalam era menyusui.
Beri mengetahui dokter andaikata Anda mempunyai suasana medis lain seperti serangan asma akut, serangan PPOK parah, angina, diabetes, hipertensi, penyakit jantung atau pembuluh darah, problem irama jantung, hipertiroidisme, hipokalemia, ketoasidosis, dan riwayat kejang.
Interaksi Obat Formoterol
Interaksi obat mampu berjalan kala obat ini digunakan bersama dengan bersama dengan style obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat sebabkan efektivitas obat alami penurunan dan mampu meningkatkan potensi terjadinya dampak samping.

Berikut adalah dafar obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan bersama dengan obat formoterol:

Amisulpride
Bepridil
Cisapride
Dronedarone
Mesoridazine
Pimozide
Piperaquine
Saquinavir
Sparfloxacin
Terfenadine
Thioridazine
Ziprasidone
Daftar di atas mungkin bukan merupakan daftar lengkap. Beri mengetahui dokter andaikata Anda sedang mengkonsumsi atau belakangan mengkonsumsi obat-obatan tertentu juga obat resep, non-resep, obat herbal, dan juga produk perawatan kulit tertentu.

Konsumsi makanan atau minuman tertentu juga mampu sebabkan pertalian obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga bersama dengan dokter tentang style makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari sepanjang pemanfaatan obat untuk jauhi pertalian obat.

Efek Samping Formoterol
Setiap obat berpotensi menimbulkan dampak samping, begitu juga bersama dengan obat ini. Berikut adalah beberapa dampak samping yang mungkin timbul:

Infeksi saluran pernapasan atas
Sakit punggung
Radang tenggorokan
Nyeri dada
Sinusitis
Demam
Kram otot
Kecemasan
Pruritus
Mulut kering
Peningkatan dahak
Reaksi alergi
Efek samping mampu berjalan akibat pemanfaatan dosis yang kurang tepat, pemanfaatan jangka panjang, atau suasana lain berasal dari pasien. Apabila mengalami dampak samping benar-benar atau reaksi alergi, sebaiknya segera hentikan pemanfaatan obat.

Apabila dampak samping tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Jika merasakan dampak samping lainnya yang tidak disebutkan di atas, laporkan pada dokter untuk mengetahui mungkin dampak samping lainnya.

Dosis Formoterol
Obat ini didalam wujud inhalasi dan digunakan bersama dengan cara dihirup. Berikut adalah dosis yang disarankan:

1. Dosis untuk Asma
Dewasa: 12 mcg, dua kali per hari. Dosis mampu ditingkatkan menjadi 24 mcg dua kali per hari pada kasus yang lebih serius. Dosis diberikan didalam paduan bersama dengan kortikosteroid inhalasi.
Anak usia di atas 5 tahun: 12 mcg, dua kali per hari.
2. Dosis untuk Profilaksis Asma akibat Olahraga
Dewasa dan anak usia di atas 5 tahun: 12 mcg sebelum akan berolahraga. Dosis tambahan baru mampu diberikan sesudah 12 jam.
3. Dosis untuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Dewasa: 12 mcg, dua kali sehari. Dosis tambahan mampu diberikan sesuai kebutuhan. Dosis maksimumnya adalah 48 mcg per hari yang terbagi menjadi 2 dosis.
Gunakan obat ini sesuai bersama dengan petunjuk dosis yang ada pada kemasan atau sesuai bersama dengan petunjuk dokter. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi bersama dengan dokter maupun apoteker.

Cara Pakai Formoterol
Berikut adalah cara gunakan obat yang disarankan:

Gunakan obat sesuai bersama dengan sediaannya.
Gunakan obat sesuai bersama dengan dosis yang diresepkan oleh dokter.
Gunakan obat di selagi yang serupa tiap tiap hari agar dosis tidak terlewat.
Apabila dosis terlewat, segera mengkonsumsi obat dan jangan gandakan dosisnya.
Petunjuk Penyimpanan Formoterol
Berikut adalah petunjuk penyimpanan untuk obat ini:

Simpan obat krim ini pada suhu di bawah 30° Celsius.
Jangan simpan obat ini di tempat yang lembap.
Hindari obat ini berasal dari sinar matahari langsung.
Jauhkan obat ini berasal dari jangkauan anak-anak.
Perhatikan tanggal kedaluwarsa berasal dari obat.
Jangan membuang obat bersama dengan bersama dengan limbah tempat tinggal tangga. Tanyakan pada dokter atau apoteker bagaimana membuang obat ini jika tidak mampu ulang digunakan. Tujuan cara ini adalah untuk menjaga lingkungan.

Artikel Lainnya : https://penjaskes.co.id/10-teknik-dasar-sepak-bola/

Baca Juga :