ITB Kembangkan Perangkat Deteksi Penyakit Kardiovaskuler

ITB Kembangkan Perangkat Deteksi Penyakit Kardiovaskuler

ITB Kembangkan Perangkat Deteksi Penyakit Kardiovaskuler
ITB Kembangkan Perangkat Deteksi Penyakit Kardiovaskuler

Kelompok Keahlian Teknik Biomedika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

(STEI), Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan perangkat untuk mendeteksi penyakit kardiovaskuler.

Alat yang diberi nama NIVA atau Non-Invasive Vascular Analyzer tersebut dilaunching Rektor ITB Kadarsah Suryadi disaksikan oleh Menteri Ristek/BRIN Prof Bambang P. Brodjonegoro. Prof.Dr.Ir. Tati Latifah Erawati Rajab Mengko selaku ketua tim pembuat NIVA menjelaskan, penelitian mengenai alat tersebut telah dimulai sejak 2013 lalu menggunakan dana Penelitian Unggulan Strategis Nasional dari DIKTI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama tiga tahun.

“Saat itu muncul satu ide yang dipacu oleh permintaan dari dokter

bahwa apakah kita bisa membuat sebuah peralatan yang dapat mendeteksi lebih awal akan gejala terjadinya sumbatan di dalam pembuluh darah,” ujarnya.

Baca Juga: Musim Hujan, Waspadai Penyakit Leptospirosis

NIVA yang merupakan perangkat non-invasif menggunakan sensor PPG

(photoplethysmograph) dan sensor tekanan darah ini akan menganalisis pembuluh darah yang ada di dalam tubuh manusia.

“Alat ini dirancang untuk mengukur fungsi Vaskuler dengan 6 parameter, dan tingkat risiko Vaskuler untuk 5 parameter secara sekaligus,” ujarnya

 

Baca Juga :