Kode Etik Ilmuwan Informasi

Table of Contents

Kode Etik Ilmuwan Informasi

Kode Etik Ilmuwan Informasi
Kode Etik Ilmuwan Informasi

Kode Etik Ilmuwan Informasi

Pada tahun 1895 muncullah istilah dokumentasi sedangkan orang yang bergerak dalam bidang dokumentasi menyebut diri mereka sebagai dokumentalis, digunakan di Eropa Barat. Di AS, istilah dokumentasi diganti menjadi ilmu informasi; American Documentation Institute (ADI) kemudian diganti menjadi American Society for Information (ASIS). ASIS Professionalism Committee yang membuat rancangan ASIS Code of Ethics for Information Professionals. Kode etik yang dihasilkan terdiri dari preambul dan 4 kategori pertanggungan jawab etika, masing-masing pada pribadi, masyarakat, sponsor, nasabah atau atasan dan pada profesi. Kesulitan menyusun kode etik menyangkut (a) apakah yang dimaksudkan dengan kode etik dan bagaimana seharunya; (b) bagaimana kode tersebut akan digunakan; (c) tingkat rincian kode etik dan (d) siapa yang menjadi sasaran kode etik dan kode etik diperuntukkan bagi kepentingan siapa.

Etika Pemanfaatan Teknologi Informasi

Dampak pemanfaatan teknologi informasi yang kurang tepat sebagai berikut (I Made Wiryana) :

  • Rasa takut
  • Keterasingan
  • Golongan miskin informasi dan minoritas
  • Pentingnya individu
  • Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang sudah tidak dapat ditangani
  • Makin rentannya organisasi
  • Dilanggarnya privasi
  • Pengangguran dan pemindahan kerja
  • Kurangnya tanggung jawab profesi
  • Kaburnya citra manusia.

Beberapa langkah untuk menghadapi dampak pemanfaatan TI (I Made Wiryana):

a.   Desain yang berpusat pada manusia;
b.   Dukungan organisasi;
c.   Perencanaan pekerjaan;
d.   Pendidikan;
e.   Umpan balik dan imbalan;
f.    Meningkatkan kesadaran publik;
g.   Perangkat hukum;
h.   Riset yang maju.

Baca Juga :