ITS Kerjasama Kembangkan Beton Apung untuk Infrastruktur Maritim

ITS Kerjasama Kembangkan Beton Apung untuk Infrastruktur Maritim

ITS Kerjasama Kembangkan Beton Apung untuk Infrastruktur Maritim
ITS Kerjasama Kembangkan Beton Apung untuk Infrastruktur Maritim

Guna menunjang industri dan kelautan yang berwawasan lingkungan di Indonesia

sebagai negara maritim, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melakukan kerjasama rancang bangun infrastruktur maritime dengan teknologi beton apung, salah satunya breakwater (pemecah gelombang).

Kerjasama dengan PT Rekabhumi Segarayasa Bestara (RSB) dan PT Karya Prima Anugerah Mandiri (KPAM) ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat ITS, Rabu (27/2/2019).

Ketertinggalan teknologi yang dimiliki Indonesia saat ini justru memacu ITS

untuk melakukan riset guna mendapatkan inovasi terbaru. Sebagai institusi pendidikan, ITS memiliki keterbatasan sehingga memerlukan kerjasama dengan pihak lain untuk mengetahui fakta di lapangan, terutama dengan badan usaha. Di antaranya kerjasama yang dilakukan dengan PT RSB dan PT KPAM untuk mengembangkan teknologi beton apung ini.

Di Indonesia, konstruksi beton apung belum banyak diaplikasikan untuk pemenuhan infrastruktur maritim.

Hal ini mengingat berat jenis beton yang lebih besar dari air laut serta memiliki risiko retak yang tinggi, padahal beton lebih tahan korosi dibanding material baja.

Di luar negeri, beton apung telah diaplikasikan di antaranya untuk pemecah gelombang terapung, marina perahu, ponton yang dirancang untuk akses ke air dan perahu, ponton khusus untuk klub berlayar dan mendayung, pompa bensin terapung di marina, sistem budidaya ikan (aquaculture), jembatan apung, struktur dukungan untuk bangunan terapung, dok kapal dan pendaratan feri.

 

Baca Juga :