Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif
Model Pembelajaran Kooperatif

Hari Selasa, 4 Juni 2013, Program Studi Pendidikan Ekonomi-FKIP Universitas Kuningan menggelar kegiatan pelatihan Model Pembelajaran Inovatif bagi para mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan Program Pengalaman Lapangan. Pada kesempatan ini saya dan beberapa Dosen lainnya diminta oleh Ketua Program Studi untuk memfasilitasi kegiatan pelatihan ini.

Praktik Penerapan Kombinasi Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw + Mind Map Praktik Penerapan Kombinasi Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw + Mind Map
Praktik Penerapan Kombinasi Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw + Mind Map Praktik Penerapan Kombinasi Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw + Mind Map Praktik Penerapan Kombinasi Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw + Mind Map
Pada kegiatan pelatihan ini, saya tidak lagi mengkaji secara teoritis tentang metode pembelajaran tetapi berusaha mempraktikkan langsung di kelas beberapa metode pembelajaran kooperatif dalam bentuk diskusi kelompok kecil (small group) dan pasangan (pairing), seperti: jigsaw, think pair share, snowball throwing yang dipadukan dengan penggunaan teknik mind map. Beberapa langkah-langkah (sintaks) pembelajaran yang disarankan oleh para penggagasnya dimodifikasi sedemikian rupa, disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang tersedia, sehingga bentuk pembelajaran tidak lagi utuh seperti apa yang disarankan oleh para penggagasnya.

Upaya memodifikasi dan mengkombinasikan metode pembelajaran ini tetap dilakukan secara hati-hati, untuk menghindari kesan “dipaksakan”. Sebagai contoh, ketika saya mengkombinasikan metode jigsaw dengan mind map. Langkah-langkah yang saya tempuh adalah:

Setelah terbentuk kelompok awal (Home) dengan jumlah anggota yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau materi/konsep yang akan dipelajari, masing-masing anggota diberi tugas untuk mengeksplorasi materi yang menjadi tanggung jawabnya dan menuangkannya dalam bentuk Mind Map (Tugas Mind Map I). Pengetahuan yang dikembangkan disini masih bersifat parsial, tema utama yang didiskusikan menjadi “pohon” dalam penyusunan mind map.

Selanjutnya memasuki tahap Diskusi Kelompok Ahli, anggota mengelaborasi dan mendiskusikan konsep/materi yang masih bersifat parsial ini, dengan mengacu pada Mind Map yang telah dibuat oleh masing-masing peserta. Disini akan sangat mungkin terjadi ada peserta yang melakukan revisi Mind Map-nya.
Selesai diskusi kelompok ahli, peserta kembali ke kelompok asal untuk berbagi hasil diskusi di kelompok ahli. Setelah masing-masing anggota menyampaikan materi yang menjadi tanggung jawabnya dengan mengacu pada Revisi Mind Map, selanjutnya peserta diminta kembali untuk menyusun Mind Map (Tugas Mind Map II), untuk mempetakan pengetahuan/informasi yang diperoleh dari diskusi pada tahap ini. Perbedaan penyusunan Mind Map pada eksplorasi awal (Tugas Mind Map I) dengan Mind Map pada tahap ini (Tugas Mind Map II) adalah yang semula pengetahuan masih bersifat parsial, maka pada tahap ini Mind Map sudah berbentuk pengetahuan utuh dari seluruh materi/konsep yang dipelajari. Tema utama yang menjadi “pohon” dalam Mind Map yang pertama, pada Mind Map yang kedua ini berubah menjadi “cabang”.

Terakhir, pada tahap pleno, saya meminta dua orang untuk mempresentasikan di kelas hasil pemikirannya dengan mengacu pada Mind Map II yang telah dibuatnya
Kira-kira seperti itulah gambaran ringkas dari salah satu materi yang saya bagikan pada kesempatan pelatihan ini. Tentu bukan untuk ditiru bulat-bulat oleh para peserta, silahkan kembangkan lebih jauh lagi melalui usaha kreatif dan inovatif masing-masing, sesuaikan dengan gaya dan kemampuan masing-masing. Niscaya, hasilnya akan jauh lebih hebat dibandingkan dengan apa yang telah saya contohkan. Good luck!