Serius Buka Prodi Antropologi, Dekan FAH Temui Direktur Pengembangan Kelembagaan Dikti

Serius Buka Prodi Antropologi, Dekan FAH Temui Direktur Pengembangan Kelembagaan Dikti

Serius Buka Prodi Antropologi, Dekan FAH Temui Direktur Pengembangan Kelembagaan Dikti
Serius Buka Prodi Antropologi, Dekan FAH Temui Direktur Pengembangan Kelembagaan Dikti

Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry terus melakukan berbagai upaya untuk pembukaan program studi baru Antropologi.

Kali ini, di samping telah mempersiapkan berbagai kelengkapan administrasi pengajuan program studi baru, Sabtu malam, 1 April 2017, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Syarifuddin, MA.,Ph.D. bersama tim melakukan silaturrahmi dengan Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Ir. Ridwan, M.Sc bertempat di sebuah Café di kawasan, Lampineung Banda Aceh.

Selain silaturrahmi, pertemuan tersebut juga membahas berbagai persoalan menyangkut prodi umum di UIN Ar-Raniry serta persoalan yang dihadapi dalam pembukaan Program Studi baru di UIN Ar-Raniry khususnya Antropologi yang hingga saat ini belum berhasil untuk dibuka.

“Prodi baru Antropologi yang kami usulkan sudah dipersiapkan sejak tahun 2012 dan sampai saat ini

belum juga jebol di Nasional, untuk itu kami meminta kesediaan pak direktur dalam hal ini membantu memberikan solusi bagi kami,” kata Syarifuddin di sela-sela silaturahmi bersama direktur pengembangan kelembagaan PT Kemenristek Dikti.

Di satu sisi, menurut Syarifuddin pihaknya juga didesak untuk segera membuka prodi tersebut karena sebagai suatu kebutuhan untuk menjawab berbagai fenomena di dalam masyarakat di Aceh yang dihasilkan khususnya dalam berbagai penelitian yang dapat dipakai diberbagai instansi di Aceh.

“Namun, di sisi lain kami saat ini masih belum berhasil ditambah lagi saat ini moratorium

untuk pengusulan prodi baru, sementara dalam berbagai syarat kami sudah siap,” kata syarif

uddin.

Sementara Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Ir. Ridwan, M.Sc, mengatakan bahwa memang benar saat ini sedang adanya moratorium. Namun pihaknya berharap kepada pihak kampus untuk terus mempersiapkan berbagai syarat.

“Moratorium tersebut dilakukan dalam rangka menunggu keluarnya PP baru. Kami berharap semoga cepat

selesai PP tersebut sehingga pengusulan prodi tersebut bisa cepat diusul kembali, nanti saya berusaha membantu pengusulan prodi antropologi ini di Jakarta,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Aptisi Aceh (Ir. Hidayatullah M.Daud, M.T), Wakil Bupati Aceh Besar (Syamsul Rizal, M.Kes), Tim Perumus Pembukaan Prodi Baru Antropologi (Dr. Phil. Abdul Manan, M.Sc., MA dan Rahmad Syah Putra, M. Pd.).(rel)

 

Sumber :

http://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/sejarah-islam-masuk-ke-jawa/