Soal Revitalisasi SMK, Pempus Punya Perhatian Besar

Soal Revitalisasi SMK, Pempus Punya Perhatian Besar

Soal Revitalisasi SMK, Pempus Punya Perhatian Besar
Soal Revitalisasi SMK, Pempus Punya Perhatian Besar

Amanat Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK menunjukkan bahwa, Pemerintah Pusat melalui Presiden Joko Widodo memberikan perhatian besar kepada SMK di Republik ini.

Selain itu Inpres ini memberikan perhatian besar atas pentingnya sebuah pendidikan vokasi,”kata Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikbud Maluku Drs. Gatot Suhabuddin, dalam sambutannya sekaligus membuka dengan resmi rapat kerja (Raker) SMK Negeri 6 Ambon, Senin (16/6/2018).

Atas nama Kadis Dikbud Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si, Sihabuddin

memberikan apresiasi yang tinggi kepada SMK Negeri 6 Ambon atas pelaksanaan Raker dimaksud.

Menurut Sihabuddin, semua pihak harus memahami makna dari Inpres tersebut. Belum ada gerakan-gerakan yang signifikan dari Pemprov Maluku dalam mengimplementasi Inpres di maksud.

Meskipun demikian, secara pelan-pelan kita sudah ada pada tahap pelaksanaan

, kemudian akan di buat regulasi tentang Revitalisasi SMK.

Salah satu tujuan dari Revitalisasi SMK adalah: Untuk mendorong peningkatan kualitas mutu atau lulusan SMK. Latar belakang yang mewarnai ini adalah: tenaga kerja di Indonesia dalam statistik ketenagakerjaan, di dominasi oleh lulusan-lulusan SMK.

“Sangat ironis karena, SMK adalah satuan pendidikan yang mendidik

dan mengajarkan siswa untuk siap pakai di dunia usaha/industri. Namun sebaliknya lulusan SMK menempati angka pengangguran yang cukup besar,”kesalnya.

Oleh karena itu, mari bersama-sama mencari solusi pemecahannya karena hidup atau matinya SMK ada pada dunia usaha/industri atau mitra kerja.

Kurikulum 13 (K-13) dan melalui Inpres 9 tahun 2016 bahwa Kurikulum SMK sangat fleksibel. Untuk itu pihak sekolah harus duduk bersama dengan para dunia usaha/industri, untuk menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan SMK.(TM02)

 

Sumber :

https://blog-fiesta.com/niat-puasa-senin-kamis/