Pendekatan Pembelajaran STEM, Upaya Adaptasi Pendidikan di Revolusi Industri

Pendekatan Pembelajaran STEM, Upaya Adaptasi Pendidikan di Revolusi Industri

Pendekatan Pembelajaran STEM, Upaya Adaptasi Pendidikan di Revolusi Industri
Pendekatan Pembelajaran STEM, Upaya Adaptasi Pendidikan di Revolusi Industri

Guna menghadapi era rovolusi industri 4.0 agar bidang pendidikan mampu beradaptasi sekaligus

meningkatkan kompetensi serta menyiapkan desa digital pembelajaran di Jawa Barat, South East Asia Ministry of Education Organization Regional Centre for Quality Improvment of Teacher and Education Personal (SEAMO QITEP) in Science menyelanggarakan Rapat Koordinasi Strategi dan Grand Design Implementasi STEM dan Penyiapan Kecamatan/Desa Digital di Provinsi Jawa Barat di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA), Jalan Dipenogoro nomor 12, Kota Bandung, Kamis, (3/1/2019). Salah satu pembahasan dalam kegiatan tersebut adalah penerapan pembelajaran science, technology, engineering and mathematics (STEM) di setiap satuan pendidikan.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, Direktur SEAMO Sekretariat, Gatot Hari Priowirjanto, seluruh Kepala Dinas Kabupaten Kota Jawa Barat, Kepala Sekolah, guru, serta praktisi pendidikan.

Direktur Seamo Sekretariat, Gatot Hari Priowirjono mengatakan

, kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk memajukan pendidikan di Jawa Barat agar semua kabupaten dan kota bisa beradaptasi sekaligus memanfaatkan industri 4.0. “Kita harus berlatih agar siap menghadapi revolusi industri agar semakin maju, mendapatkan hal baru dan mampu bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, cara yang ditempuh agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memperdalam pembelajaran dengan pendekatan STEM . STEM merupakan adalah pendekatan belajar melalui model pembalajaran berbasis proyek (PJBL) dan model pembelajaran seperti siklus berjajar 5E dam Leles of Inquiry (LOI). “Meski belum secara ekspilit menerangkan STEM, kurikulum 2013 memiliki semangat yang mendukung para guru dan sekolah untuk mengekplorasi pendeketan tersebut,” ucapnya.

Dengan demikian, kesempatan kali ini bertujuan untuk merumuskan grand design

implementasi pembelajaran (STEM) dalam semua jenjang pendidikan sesuai dengan kebijakan yang diterapkan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Selanjutnya, menetapkan strategi integrasi pendekatan pembelajaran STEM pada aspek kewirausahaan sesuai dengan karakteristik pembelajaran pada tingkatan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan serta menetapkan strategi integrasi pendekatan STEM pada kurikulum nasional terkait dengan proses pembelajaran pada tingkatan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Berbicara tentang desa digital, Pria kelahiran Cianjur tersebut memaparkan bahwa pendampingan desa untuk menjadi desa digital harus ditopang oleh tenaga kependidikan serta siswa di desa tersebut. Hal tersebut telah dilakukan melalui program Virtual Online Training, yakni menjadikan tenaga pendidik untuk berpartisipasi dalam proses digitalisasi desa.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, beradaptasi dengan perubahan zaman adalah kunci akan majunya suatu bangsa di zaman sekarang, sehingga dirinya mendorong agar proses digitalisasi dalam pembangunan pendidikan di Jawa Barat harus terus ditingkatkan. “mempunyai skill digital bukanlah suatu pilihan, tapi kebutuhan. Revolusi digital tidak akan menunggu kita siap, maka kepada yang belum siap, bersegaralah untuk paham (skill digital),” tuturnya.***

 

Sumber :

https://nashatakram.net/fardu-rukun-shalat/