Mochtar Riady: Pelajaran Blockchain Penting bagi Masa Depan

Mochtar Riady: Pelajaran Blockchain Penting bagi Masa Depan

Mochtar Riady Pelajaran Blockchain Penting bagi Masa Depan
Mochtar Riady Pelajaran Blockchain Penting bagi Masa Depan

Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, mengatakan, era saat ini adalah era teknologi. Bahkan, saat ini sudah

berkembang kecerdasan buatan atau artifical intelligence. Sehingga, membutuhkan kesadaran semua pihak karena keadaan saat ini sudah masuk era yang dinamakan dengan ekonomi digital.

“Intinya, pada era ekonomi digital adalah sharing economy. Sharing economy berarti ekonomi yang kebersamaan. Contoh paling gampangnya dilihat itu adalah Grab, Gojek, atau Uber. Yang tidak memiliki mobil dan sopir, namun dimana-mana dia ada,” kata Mochtar pada Wisuda UPH ke- 34 di Grand Chapel UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Sabtu(24/11)

Kenyataan tersebut berarti semua pihak dikerahkan untuk memanfaatkan setiap fasilitas yang dimiliki orang lain untuk memberikan suatu pelayanan. Sharing ekonomi ini sangat bermanfaat dalam pertumbuhan ekonomi karena sangat efisien.

Sharing ekonomi ini berarti menyatukan semua pihak serta dapat menciptakan lapangan kerja yang luas.

“Ini kira-kira tren ke depan. Oleh karena itulah dalam pendidikan kita ini perlu dititikberatkan pada digital teknologi. Dan untuk mendatang jika yang diceritakan digital, tentu semuanya sudah digitalisasi. Maka, suatu hal yang paling lemah pada era digital ini adalah hadirnya peretas atau hacker,” kata Mochtar.

Lanjut dia, untuk mencegah hal tersebut dibutuhkan blockchain. Untuk itu, diharapkan dunia pendidikan segera menghadirkan mata pelajaran blockchain sebagai sebuah mata pelajaran yang perlu dikuasai oleh generasi saat ini.

“Jadi, mata pelajaran blockchain adalah salah satu topik atau salah satu ilmu yang sangat penting

di dalam akademik ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, M. Samsuri mengatakan, pihaknya selalu mendorong perguruan tinggi (PT) untuk menyiapkan lulusan yang siap menghadapi era revolusi industri ini. Salah satunya, mahasiswa harus menguasai analisa big data untuk menunjang kinerja.

“LLdikti wilayah III ini selalu menjadi barometer untuk kemajuan perguruan tinggi. Baik itu negeri maupun swasta di Indonesia untuk menghasilkan lulusan bukan hanya berpengetahuan tapi berketerampilan yang sesuai dengan era Revolusi Industri 4.0. Jadi bukan hanya hasil belajarnya tapi keterampilan yang berupa hard atau soft skill,” ujarnya.

Untuk itu, kata Samsuri, pihaknya selalu mendorong perguruan tinggi untuk memperhatikan kemampuan hard dan soft skill mahasiswa sehingga tidak hanya sekedar capaian pembelajaran yang dikejar tetapi mutu.

Menurut Samsuri, Universitas Pelita Harapan (UPH) termasuk perguruan tinggi yang dapat diandalkan di wilayah LLDikti III. Pasalnya, UPH konsisten menghasilkan lulusan kompetitif. Dengan demikian, ia mendorong UPH untuk bersaing hingga level internasional.

“Kami LLDikti III selalu memimpikan ada perguruan tinggi swasta yang dapat masuk dalam 500 atau 700 besar dunia dan UPH menjadi salah satu yang kami beri tantangan,” ujarnya.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/