Perbaiki SDM, 1.200 Guru Dikirim Belajar ke Luar Negeri

Perbaiki SDM, 1.200 Guru Dikirim Belajar ke Luar Negeri

Perbaiki SDM, 1.200 Guru Dikirim Belajar ke Luar Negeri
Perbaiki SDM, 1.200 Guru Dikirim Belajar ke Luar Negeri

Dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada awal Maret 2019 ini akan mengirim 1.200 guru untuk belajar di 12 negara selama tiga pekan. Diharapkan langkah ini mampu meningkatkan metodologi dan kompetensi pengajaran.

Dalam acara Pelepasan Peserta Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Rabu (27/2/2019), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, para guru yang dikirim ini merupakan guru berprestasi yang dipilih berdasarkan hasil seleksi rekam jejak prestasi yang dilakukan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud untuk semua jenjang.

Mereka akan mendapatkan pelatihan yang berbeda-beda sesuai dengan bidang ilmunya.

Oleh karena itu, Muhadjir berpesan kepada para guru untuk dapat memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri itu. Muhadjir menyebutkan 12 negara yang dipilih bisa menjadi referensi, contoh, dan benchmark untuk guru Indonesia.

Ia pun menugaskan para guru ketika kembali ke Tanah Air untuk dapat menulis apa yang dipelajari selama tiga pekan dan disebarluaskan, sehingga praktik baik tersebut dapat ditiru oleh para guru lainnya. Dengan begitu, Muhadjir yakin, program ini dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Tanah Air.

“Para guru tolong manfaatkan sungguh-sungguh peluang ini agar bisa menularkan pengalaman baik ini kepada koleganya. Jadi, niat untuk jalan-jalan tolong dihilangkan dahulu. Tapi, tanamkan niat untuk mencari pengalaman untuk meningkatkan pembelajaran,” tegasnya.

Selanjutnya, Muhadjir menyebutkan, program pelatihan guru ini akan terus berlanjut. Pasalnya, telah ada kesepakatan bersama antar Kementerian dan Lembaga dalam alokasi anggaran. Pelatihan atau kursus guru ini dapat menggunakan anggaran Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) yang selama ini hanya diperuntukkan bagi beasiswa pendidikan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Namun, ketika ditanya berapa besaran anggaran LPDP yang akan dikucurkan untuk skema pelatihan guru ke luar negeri. Muhadjir masih belum dapat menyebutkan angka pasti.

“Berapa dananya belum dipastikan, kita rancang dulu. Yang penting kita ambil peluang ini. Nanti untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya sambil jalan,” ujarnya.

Tahap Pertama

Sementara itu, Dirjen GTK Kemdikbud, Supriano mengatakan, untuk tahap pertama ini,

penggunaan anggaran masih sepenuhnya dari Kemdikbud. Anggaran dari LPDP akan mulai dapat dimanfaatkan pada tahap dua dan tiga.

Ia mengatakan kisaran dana berjumlah Rp 87 miliar per tahun dan untuk sisanya akan menggunakan dana dari Direktorat GTK Kemdikbud. Hal ini berkaca pada pengiriman guru tahap pertama ini yang menghabiskan anggaran senilai Rp 140 miliar.

Ia menuturkan, pengiriman guru ini dilakukan dalam rangka peningkatan SDM.

Maka, akan dilakukan evaluasi sekembalinya para guru tersebut. Dijelaskan Supriano, evaluasi ini akan berdampak untuk proses pengiriman guru pada tahap selanjutnya.

Sedangkan terkait dengan pemilihan 12 negara pada tahap pertama ini, Supriano menuturkan, hal ini disesuaikan dengan program praktik yang diselenggarakan masing-masing negara.

Pada Maret 2019 ini hanya ada 12 negara yang membuka praktik yakni Australia,

Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Malaysia, Singapura, Belanda, Prancis, Jerman, Thailand, dan Selandia Baru.

Selama tiga pekan para guru akan belajar metodologi pembelajaran secara langsung di negara tersebut dengan mengunjungi pusat-pusat pembelajaran formal maupun nonformal. Ketika kembali ke Tanah Air, mereka dapat mengimplementasikan apa yang menjadi pengalamannya selama di luar negeri.

Menurut dia, proses pendidikan yang baik akan tercipta di sekolah oleh guru yang kualitasnya baik pula.

“Selanjutnya, Kemdikbud berharap akan ada perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah ketika para guru ini telah mendapat pembekalan ilmu baru,” ujar dia.

 

Baca Juga :