Pengaruh Hereditas dan Lingkungan Terhadap Perkembangan Individual

Pengaruh Hereditas dan Lingkungan Terhadap Perkembangan Individual

Pengaruh Hereditas dan Lingkungan Terhadap Perkembangan Individual – Setiap pertumbuhan privat seseorang merupakan hasil interaksi antara hereditas dan lingkungan. Pengaruh hereditas berasal dari kombinasi-kombinasi “genes”. Genes adalah molekul-molekul protein submikroskopis yang tersedia di didalam sel-sel “germ”. Dengan cara tertentu, “genes” membentuk kromosom-kromosom. Kombinasi dan perubahan-perubahan “gene” terlampau kompleks dan unik bagi masing-masing individu itulah yang menentukan hereditas masing-masing individu.

Satu sel “germ” manusia berisikan 24 pakai kromosom dan masing-masing kromosom membentuk beribu-ribu “genes”. Genes ini beri tambahan cii-ciri kepada masing-masing kromosom, dan sifat-sifat kromosom itu mampu dihubungkan bersama dengan tipe-tipe kepribadian, ciri-ciri jasmaniah, ataupun pekerjaan-pekerjaan individual. Sebagai gambaran, didalam satu sel “germ” yang terdiri atas 24 kromosom mampu berisikan 24 macam cii-ciri pekerjaan misal; pendidik, dokter, tukang kayu, arsitek, insinyur, pelukis, pengusaha, dsb. Pada konsepsi, masing-masing pasangan kromosom berinteraksi membentuk individu baru.

Manusia mewariskan hidung, rambut, kulit, warna mata, bentuk tengkorak, dan kecerdasan untuk jadi pendek atau tinggi. Cacat-cacat fisik layaknya buta warna, bibir sumbing, jari buntung, etc termasuk diwariskan. Dalam segi mental, cuma tersedia dua macam cacat mental yang diwariskan, masing-masing yaitu “feeblemindedness” dan “huntington’s chorea” yang ditandai bersama dengan ketidakseimbangan fisik dan mental. Menurut biasanya pakar jiwa, intelegensi termasuk kapasitas yang diwariskan.

Individu dan perkembangannya adalah product dari hereditas dan lingkungan. Hereditas dan lingkungan sama-sama berperanan penting bagi pertumbuhan individu. Dengan terdapatnya saling tergantung antara hereditas dan lingkungan, perihal ini menyebabkan persoalan yang pelik bagi para sarjana. Dengan meneliti seseorang secara segera mereka tidak mampu mengamati dominasi pengaruh hereditas dan lingkungan pada warna rambut, warna kulit, bentuk tengkorak, atau intelegensi seseorang. Penelitan baru berasal, seumpama meneliti sekurang-kurangnya dua orang bersama dengan latar belakang pengalaman dan pengalaman-pengalaman mereka. apakah kaitan antara ciri khusus makhluk hidup dengan karakteristik habitatnya

Sifat-sifat yang hereditas terlampau sulit diubah, walau pada generasi-generasi seterusnya diadakan modifikasi intensif seumpama bersama dengan program-program eugenic (egenitik), sterilisasi, ataupun perkawinan selektif. Sedangkan sifat-sifat yang tumbuh akibat pengaruh lingkungan relatif lebih mudah untuk diubah melalui perbaikan-perbaikan pendidikan, sosial dan politik. Berikut ini dikemukakan lebih dari satu penelitian yang berikan gambaran bagi kami berkenaan kontingensi atau jatah pengaruh antara hereditas dan lingkungan pada pertumbuhan privat manusia.

Baca Juga :