Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat Indonesia ialah

seluruh penduduk yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan beraneka ragam adat- istiadat, bahasa, agama, dan budaya, baik yang berdomisili di perkampungan penduduk daerah pedesaan maupun yang bertempat tinggal di perkotaan. Dalam keragamannya masyarakat Indonesia yang heterogen dan majemuk ini, namun mempunyai filsafat hidup yang sama yaitu Pancasila.

Masyarakat modern sering disamakan dengan masyarakat industri

yang selalu dilekatkan dengan masyarakat kota, karena memang industrialisasi biasanya terjadi di kota. Di Indonesia kondisi seperti ini banyak kita jumpai. Sedangkan masyarakat tradisional sering disamakan dengan masyarakat pra- industri yang selalu dilekatkan dengan masyarakat desa, karena memang pertumbuhan industrialisasi di desa tidak seperti di kota.

Ciri-ciri umum masyarakat pra-industri (masyarakat primitif)

seperti yang dilukiskan oleh Redfield adalah sebagai berikut :
 Agak rendah perkembangan pengetahuan dan teknologinya.
 Lemunitasnya kecil antara beberapa puluh sampai beberapa ratus jiwa.
 Belum banyak mengenal pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi.
 Masih tidak banyak deferensiasi kerja kemasyarakatan atau kelembagaan.
 Adanya ciri-ciri orde moral, yaitu suatu prinsip yang mengikat atau mekanisme masyarakat.

Masyarakat pedesaan itu adalah

masyarakat yang berada di desa atau di pedesaan. Sikap dan perilaku merupakan cerminan dari sistem nilai yang dianut oleh masyarakat, dan sistem nilai itu merupakan salah satu aspek kebudayaan yang dianut dan dikembangkan oleh masyarakat. Karena itulah sikap dan perilaku masyarakat desa merupakan gambaran khusus atau ciri-ciri khusus dari masyarakat desa itu sendiri.

Sumber : http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/11-gambar-jaring-jaring-kubus