Berita Bahasa Sunda, Lanjut atau Tidak?

Berita Bahasa Sunda, Lanjut atau Tidak?

Berita Bahasa Sunda, Lanjut atau Tidak
Berita Bahasa Sunda, Lanjut atau Tidak

ita Bahasa Sunda, Lanjut atau Tidak?

BANDUNG-Sastrawan yang juga wartawan senior, Abdullah Mustafa

menegaskan jika membaca berita berbahasa Sunda saat ini semakin kentara kesalahkaprahannya, hal itu diduga terjadi karena penulis tidak memahami rasa bahasa, kosa kata dan juga struktur Bahasa Sunda itu sendiri.

Hal itu diungkapkan Abdullah saat menjadi salah seorang pembicara dalam Pelatihan Menulis Berita dalam Bahasa Sunda bagi media cetak dan elektronik yang digelar Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, di Padepokan Seni Mayang Sunda Kota Bandung Jl. BKR Bandung, Kamis (27/7).

“Memang selama ini, yang dilakukan redaksi adalah hanya menerjemahkan berita

yang sudah ada dalam Bahasa Indonesia ke Bahasa Sunda. Seharusnya bukan proses translate yang dilakukan tetapi rewrite atau menulis ulang berita dalam Bahasa Indonesia itu ke dalam Bahasa Sunda,” katanya.

Abdullah khawatir jika kondisinya terus seperti saat ini, yang diharapkan pembaca bisa menikmati, malah justru sebaliknya.

“Jika terus seperti ini sebaiknya format berita dalam Bahasa Sunda jangan dibuat straight news

, tetapi lebih baik dengan format feature atau berita mendalam,” jelasnya.

Tentu saja menurut Abdullah, membuat berita mendalam juga memiliki tantangan tersendiri, tetapi setidaknya bagi penulis ada kesempatan untuk mengeksplor Bahasa Sunda lebih lengkap lagi sehingga berita yang disajikan bisa dinikmati baik rasa maupun logikanya. (Pun)

 

Baca Juga :