Pikun Bisa Dideteksi Sejak Usia 25 Tahun

Pikun Bisa Dideteksi Sejak Usia 25 Tahun

Pikun Bisa Dideteksi Sejak Usia 25 Tahun
Pikun Bisa Dideteksi Sejak Usia 25 Tahun

Kepikunan akibat penyakit Alzheimer

biasanya dialami pada usia lanjut. Namun dengan mengamati tingkat metabolisme di otak, peluang untuk mengalaminya bisa diprediksi lebih awal yakni sejak usia 25 tahun.

Ilmuwan berhasil mengungkap bahwa metabolisme energi di otak yang disebut

glikolisis aerobik berkaitan dengan pembentukan protein bernama plak amiloid pada penderita Alzheimer. Karena terjadi pada otak yang sama, ilmuwan meyakini keduanya saling berhubungan.

Ilmuwan mengungkap hal itu saat melakukan pemindaian otak pada 33 orang dewasa berusia 25 tahun dan 2 kelompok lansia. Kelompok lansia meliputi 11 penderita Alzheimer berusia 80 tahun dan 14 lansia dengan kemampuan kognitif
normal berusia 75 tahun.

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa penderita Alzheimer memang mengalami peningkatan produksi plak amiloid. Namun besarnya peningkatan pada bagian otak yang mengalaminya baru terungkap dalam penelitian ini.

Peningkatan produksi plak amiloid yang cukup tinggi pada penderita Alzheimer terjadi di bagian yang sama dengan peningkatan aktivitas glikolisis aerobik pada orang dewasa berusia 25 tahun. Besarnya peningkatan aktivitas metabolisme di bagian itulah yang menunjukkan risiko untuk mengalami Alzheimer saat beranjak tua.

Penemuan ini memberi gagasan baru bagi penanganan Alzheimer.

Metabolisme yang tinggi bisa menjadi penanda akan adanya pembentukan plak, sehingga risiko Alzheimer bisa diantisipasi sejah dini,” ungkap Prof Mark Mintun, ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut.

Dikutip dari Telegraph, Rabu (15/9/2010), glikolisis aerobik merupakan sebuah proses untuk mengubah gula menjadi energi yang berlangsung di beberapa bagian otak. Sekitar 5 persen kebutuhan energi di otak diperoleh dari proses tersebut.

Baca Juga :