Sosialisasi Keuangan Syariah Belum Maksimal

Sosialisasi Keuangan Syariah Belum Maksimal

Sosialisasi Keuangan Syariah Belum Maksimal
Sosialisasi Keuangan Syariah Belum Maksimal

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengakui bahwa sosialisasi tentang keberadaan keuangan syariah

belum maksimal. Menurut Ridwan Kamil hal itu terbukti dengan masih banyaknya masyarakat terutama di daerah yang terjerat rentenir. Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil usai menghadiri acara Literasi Keuangan Syariah bersama OJK di masjid agung Kabupaten Garut, Sabtu (23/3/2019).

“Kalau diabsen ya, masih banyak yang terjerat rentenir padahal saat ini

sudah ada kredit syariah baik itu melalui bank wakaf mikro dan kredit mesra yang penyalurannya lewat masjid-masjid. Ini berarti harus diakui bahwa sosialisasi tentang keberadaan lembaga keuangan syariah itu belum maksimal,” katanya.

Oleh karena itu Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar akan terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat di seluruh Jabar agar masyarakat tidak lagi terjebak rentenir.

“Apalagi sekarang dengan adanya fintech itu masyarakat merasa dibantu dengan kemudahan padahal ujungnya memberatkan. Itu harus dicegah,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta untuk waspada dengan layanan fintech

. Harus dipastikan dulu mereka mendapat izin OJK atau belum sebelum memutuskan menjadi nasabah.

“Sekarang kan fintech itu sudah ada beberapa yang dibekukan OJK berdasarkan informasi tadi dari pak Wimboh (ketua dewan komisioner OJK), jadi harua sangat hati-hati. Kalau membutuhkan pendanaan mendesak, lebih baik datang ke mesjid dan silahkan mengakses kredit mesra arau bank wakaf mikro,” papar Kang Emil. (Pun)

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/anatomi-kulit/