Bisnis Fashion Sumbang Rp200 Triliun

Bisnis Fashion Sumbang Rp200 Triliun

Bisnis Fashion Sumbang Rp200 Triliun
Bisnis Fashion Sumbang Rp200 Triliun

 

Gelaran Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2018

yang masuk dalam Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siap digelar. Ajang yang dihelat di Summarecon Mall Kelapa Gading pada 5 April-6 Mei 2018 menjadi wadah bagi para industri fashion di Indonesia unjuk kebolehan.

Sejumlah desainer dipastikan ambil bagian dalam perhelatan tersebut. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan lebih dari 90 booth beragam koleksi busana terbaru, kain nusantara, busana ready to wear hingga produk aksesoris dari UKM, Dekranasda, sekolah mode hingga merek lokal.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan

mengaku sangat antusias dengan gelaran JFFF yang sudah memasuki edisi ke-15 itu. Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota bisa menjadi pusat kesenian dan ekspresi yang membuka ruang-ruang ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini dapat menjadi sebuah kolaborasi nyata antara Pemprov DKI dan stakeholder untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat ekspresi nusantara,” ujar Anies.

Anies mengungkapkan, pihaknya ingin Jakarta menjadi tempat berkumpulnya kalangan kreatif. Di tengah heterogenitas Jakarta, Pemprov DKI sangat berkomitmen untuk memperhatikan kelestarian dan pengembangan seni budaya dan kuliner Betawi sebagai muatan kearifan lokal.

“Saya sampaikan, kegiatan ini jangan sekadar menjadi event tahunan.

Kita harus memikirkan efek dari acara ini agar memberikan dampak besar,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut mengapresiasi gelaran JFFF. Menurutnya, fashion merupakan salah satu industri yang penting dalam pengembangan industri kreatif di Indonesia. Bahkan di 2014 lalu, fashion menyumbang 30% dari seluruh sektor industri kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Fashion itu bisnis yang besar. Size-nya sampai Rp200 triliun atau 30%

dari total industri kreatif. Ke depannya ini juga masih bisa terus dikembangkan,” kata Arief Yahya dalam keterangan resmi, Selasa (3/4/2018).

Tidak hanya memberikan pemasukan yang besar untuk negara, menurut Arief, industri fashion juga telah berhasil menyerap jutaan tenaga kerja. “Tenaga kerjanya sampai empat juta orang. Untuk nilai ekspornya menyumbang sekitar Rp100 triliun. Jadi industri fashion harus kita bangun bersama-sama karena saya yakin industri fashion kita bisa unggul di seluruh dunia,” ujarnya.

Baca Juga :