Asam Dan Basa

Asam Dan Basa

Asam Dan Basa
Asam Dan Basa

Senyawa asam  mempunyai rasa yang masam

Sedangkan rasa basa mempunyai rasa pahit. Akan tetapi kedua jenis larutan tidak boleh mencicipi rasa suatu zat kimia untuk  mengetahui sifat asam atau basanya. Hal ini disebabkansenyawa kimia tersebut mungkin beracun. Untuk itudibutuhkan alatbantu.Suatu bahan akan bersifat asam atau basa dapat diketahui jika dapat mengubahwarna dari larutan pewarna seperti kertas lakmus atau pewarna yang diekstrak daribahan alam sepertibunga daun, atau umbi yang berwarna seperti kunyit.

Larutan pewarna yang dapat berubah warna pada larutan asam – basa

Disebutdalam larutan asam atau basa contoh indikator adalah fenoftalein, metal merah, metaljingga.Campuran dari beberapa indikator disebut sebagai indikator universal yangakan memberikan berbagai perubahan warna (spekrum warna)yang luas.Setiap satudari derajat keasaman atau kebasaan.Selain itu suatu bahan disebut asam jika dalam air larutan ini mengandung ionhidrogen (H+) mengandung ion hidroksida (OH).

  1. Teori Asam Basa
  2. Menurut arhenius

Menurut teori Arhenius, zat yang dalam air menghasilkan ion H + disebut asam danbasa adalah zat yang dalam air terionisasi menghasilkan ion OH – .

HCl→H + + Cl –

NaOH→Na + + OH –

Meskipun teori Arhenius benar, pengajuan desertasinya mengalami hambatan berat

Karena profesornya tidak tertarik padanya. Desertasinya dimulai tahun 1880, diajukan pada 1883, meskipun diluluskan teorinya tidak benar. Setelah mendapat bantuan dari Van’ Hoff dan Ostwald pada tahun 1887 diterbitkan karangannya mengenai asam basa. Akhirnya dunia mengakui teori Arrhenius pada tahun 1903 dengan hadiah nobel untuk ilmu pengetahuan.

Sampai sekarang teori Arrhenius masih tetap berguna meskipun hal tersebut merupakan model paling sederhana. Asam dikatakan kuat atau lemah berdasarkan daya hantar listrik molar. Larutan dapat menghantarkan arus listrik kalau mengandung ion, jadi semakin banyak asam yang terionisasi berarti makin kuat asamnya. Asam kuat berupa elektrolit kuat dan asam lemah merupakan elektrolit lemah. Teori Arrhenius memang perlu perbaikan sebab dalam lenyataan pada zaman modern diperlukan penjelasanyang lebih bisa diterima secara logik dan berlaku secara umum. Sifat larutan amoniak diterangkan oleh teori Arrhenius sebagai berikut:

NH 4 OH→NH 4+ + OH –

Jadi menurut Svante August Arrhenius (1884) asam adalah spesi yang mengandung H +dan basa adalah spesi yang mengandung OH –, dengan asumsi bahwa pelarut tidak berpengaruh terhadap sifat asam dan basa.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa:

Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H + .

Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH  .

Contoh:
1)HCl(aq)→ H + (aq) + Cl  (aq)

2) NaOH(aq) →Na + (aq) + OH  (aq)

  1. Menurut bronsted-lowry

Asam adalah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.Teori asam basa dari Arrhenius ternyata tidak dapat berlaku untuk semua pelarut, karena khusus untuk pelarut air. Begitu juga tidak sesuai dengan reaksi penggaraman karena tidak semua garam bersifat netral, tetapi ada juga yang bersifat asam dan ada yang bersifat basa. Sebutkan Unsur – Unsur Kebahasaan Yang Ada Dalam Teks Editorial

Konsep asam basa yang lebih umum diajukan oleh Johannes Bronsted, basa adalah zat yang dapat menerima proton.Ionisasi asam klorida dalam air ditinjau sebagai perpindahan proton dari asam ke basa.

HCl + H 2 O→H 3 O + + Cl 

Demikian pula reaksi antara asam klorida dengan amoniak, melibatkan perpindahan proton dari HCl ke NH3 .

HCl + NH3⇄NH4+ + Cl 

Ionisasi asam lemah dapat digambarkan dengan cara yang sama.

HOAc + H 2 O⇄H3+ + OAc 

Pada tahun 1923 seorang ahli kimia Inggris bernama T.M. Lowry juga mengajukan hal yang sama dengan Bronsted sehingga teori asam basanya disebut Bronsted-Lowry. Perlu diperhatikan disini bahwa H + dari asam bergabung dengan molekul air membentuk ion poliatomik H3+ disebut ion Hidronium.

Reaksi umum yang terjadi bila asam dilarutkan ke dalam air adalah:

HA + H2O⇄H3+ + A 

asambasa asam konjugasi basa konjugasi

Penyajian ini menampilkan hebatnya peranan molekul air yang polar dalam menarik proton dari asam.bahwa asam konjugasi terbentuk kalau proton masih tinggal setelah asam kehilangan satu proton. Keduanya merupakan pasangan asam basa konjugasi yang terdi dari dua zat yang berhubungan satu sama lain karena pemberian proton atau penerimaan proton. Namun demikian disosiasi asam basa masih digunakan secara Arrhenius. Johannes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry membuktikan bahwa tidak semua asam mengandung ion H + dan tidak semua basa mengandung ion OH  .

Bronsted – Lowry mengemukakan teori bahwa asam adalah spesi yang memberi H + ( donor proton ) dan basa adalah spesi yang menerima H + (akseptor proton). Jika suatu asam memberi sebuah H + kepada molekul basa, maka sisanya akan menjadi basa konjugasi dari asam semula. Begitu juga bila basa menerima H + maka sisanya adalah asam konjugasi dari basa semula. Teori Bronsted – Lowry jelas menunjukkan adanya ion Hidronium (H 3 O + ) secara nyata.

  1. Asam dan Basa
  2. Asam

            Asam adalah suatu zat yang bila dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion hidronium (H+). Asam umunya merupakan senyawa kovalen dan akan menjadi bersifat asam bila sudah larut dalam air.

            Dipandang dari jumlah ion yang dihasilkan , asam dibedakan menjadi asam kuat yaitu asam mudah terionisasi dan banyak menghasilkan ion H+ dalam larutannya, sedangkan asam lemah merupakan asam yang sedikit terionisasi dan menghasilkan sedikit ion H+. Yang termasuk asam kuat adalah HCl, HBr, H2SO4, HNO3, HClO4.

  1. Basa

Basa kuat adalah jenis senyawa sederhana yang dapat mendeprotonasi asam sangat lemah di dalam reaksi asam-basa. Contoh paling umum dari basa kuat adalah hidroksida dari logam alkali dan logam alkali tanah seperti NaOH dan Ca(OH)2.