Penting untuk Mendengar Gagasan Paslon

Penting untuk Mendengar Gagasan Paslon

 

Penting untuk Mendengar Gagasan Paslon

Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya menggelar nonton bareng (nobar) debat Capres dan Cawapres di ruang Paseban Sri Bima, Gedung Balaikota Bogor, Kamis (18/1/2019). Nobar tersebut tampak dihadiri pula oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Lurah.

Selain ASN

hadir juga Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Czi Aji Sujiwo, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Muhammad Mihradi dan Rektor Universitas Ibn Khaldun Ending Bahruddin.

Acara nobar yang diawali dengan makan malam bersama tersebut disaksikan dengan cukup antusias oleh para peserta yang hadir. Bahkan, Bima Arya yang bertindak langsung sebagai moderator, membuka sesi tanggapan dari audiens pada setiap gagasan yang diutarakan oleh Capres dan Cawapres.

“Nobar debat Capres ini untuk dengar gagasan-gagasan besar kedua calon pemimpin bangsa. Penting juga untuk pembelajaran kita. Posisi kita jelas tidak boleh menunjukan keberpihakan secara terbuka, apalagi kampanye,” ungkap Bima. report text

Lebih lanjut

Bima menjelaskan ada tiga alasan kenapa dirinya menginisiasi acara yang bisa dibilang satu-satunya instansi pemerintahan yang menggelar nobar debat Capres tersebut.

“Pertama, pemerintah daerah adalah kepanjangan pemerintah pusat, Sami’na Wa Atho’na. Siapapun pemimpinnya, harus kita dengar dan kita taati. Artinya, penting untuk bisa memahami gagasan-gagasan besar kedua calon pemimpin bangsa,” jelasnya.

Alasan kedua, kata Bima

Debat merupakan tradisi politik modern dan maju. Bagus untuk pendidikan dan partisipasi politik. “Pemerintah harus ikut mencontohkan bagaimana menempatkan kontes gagasan pada panggung politik. Tradisi di mana otak lebih dikedepankan daripada otot,” terang dia.

“Dalam kesempatan ini juga saya ingin menggairahkan wacana dialogis yang sehat di birokrasi. Bahwa berdebat itu biasa, berbeda juga biasa. Soal pilihan itu dalam hati saja. Tapi kebersamaan harus terus dijaga. Tidak ada yang miring ke kanan, tidak ada yang miring ke kiri. Kita perdebatkan secara obyektif. Pilihan silahkan di dalam hati,” tambahnya.

Usai debat

Bima Arya menilai jalannya debat Capres dan Cawapres berlangsung cukup menarik mulai dari pertengahan hingga akhir. “Saya lihat ada beberapa isu menarik, seperti gagasan pembentukan Pusat Legislasi Nasional, isu tentang gender dan tentang Caleg mantan napi korupsi. Ini sesuatu yang bisa dibahas di ruang publik besok-besok. Awal-awal memang membosankan, lama-lama makin menarik. Mungkin seperti mesin diesel panasnya belakangan. Debat berikutnya menurut saya akan lebih menarik,” pungkasnya.