Service Smartphone Non Resmi, Xiaomi Sengaja Legalkan Produk BM

Service Smartphone Non Resmi, Xiaomi Sengaja Legalkan Produk BM

Peredaran ponsel Black Market (BM) di Indonesia semakin tak terbendung. Beragam product smartphone ilegal acap kali masuk Indonesia. Sejumlah pihak berpendapat dari segelintir ponsel BM yang masuk Xiaomi dinilai paling dominan.

Service Smartphone Non Resmi, Xiaomi Sengaja Legalkan Produk BM

Biasanya ponsel formal miliki garansi formal langsung dari vendor smartphone. Sedangkan yang hanya miliki garansi distributor kemungkinan adalah ponsel BM.

Servis center formal pun kebanyakan hanya terima sarana servis bagi ponsel formal saja. Tetapi baru-baru ini Xiaomi terima sarana service bagi product Xiaomi non formal di seluruh Mi Exclusive Center di Indonesia.

Mi Exclusive Center terima sarana servis hardware product Xiaomi. Layanan servis ini tidak termasuk perubahan mesin utama (mainboard). Produk Xiaomi yang dapat di servis di Mi Exclusive Center meliputi.

1. Redmi 1S
2. Redmi 2
3. Redmi 3
4. Redmi 3S
5. Redmi 4A
6. Redmi 4X
7. Redmi Note
8. Redmi Note 3
9. Redmi Note 4 (Qualcomm)
10. Redmi 5A
11. Redmi Note 5A
12. MIA1
13. Redmi 5
14. Redmi 5 Plus
15. Redmi Note 5
16. Redmi S2

Selain servis, Mi Exclusive Center termasuk terima sarana software upgrade untuk seluruh model ponsel Xiaomi. Layanan servis ponsel non formal ini menyebabkan opini masyarakat Indonesia bahwa Xiaomi sengaja melegalkan peredaran ponsel BM mereka.

Untuk mengkonfirmasi kebenaran hal ini, kami Redaksi Selular.ID menghendaki respon formal dari Xiaomi Indonesia.

“Di Xiaomi, pengalaman pengguna merupakan hal terpenting dan utama bagi kami. Dari th. ke tahun, kami sudah bekerjasama dengan pemerintah, partner lokal dan stakeholders lainnya untuk mendorong pembelian product formal Xiaomi yang termasuk ikut mendapat dukungan dengan pengalaman pengguna terbaik,” ujar perwakilan Xiaomi Indonesia melalui pesan singkat-nya kepada Selular.ID.

Namun kenyataannya, masih saja ada oknum yang mengedarkan ponsel non formal Xiaomi ke Indonesia.

“Terlepas dari bisnis kami bersama, masih ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjajakan product tidak formal Xiaomi kepada konsumen. Sebagai brand, masih miliki kewajiban untuk melayani konsumen. Kami selalu menunjang sarana purna menjual untuk product tidak resmi, terbatas hanya untuk model yang formal hadir di Indonesia,” paham Xiaomi Indonesia.

Disampaikan Xiaomi pihaknya dengan pemerintah Indonesia dan seluruh pihak konsisten memerangi peredaran ponsel BM.

“Kami menanggapi kasus product black market dengan benar-benar serius. Kami bakal konsisten bekerja dengan seluruh pihak berkaitan untuk menanggulangi kasus ini. Sekaligus kami mendorong pengguna untuk hanya membeli product formal di partner resmi,” tutup Xiaomi.